Kamis, 15 Oktober 2015

oseanografiperikan



I.      PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Indonesia merupakan negara maritim yang kaya akan pulau dan potensi serta hasil lautnya. Indonesia memiliki potensi fisik dari lautnya yaitu dengan jumlah pulau sekitar 17.508 pulau, luas wilayah laut Indonesia sekitar 5.176.800 km2, perairan nusantara 2,8 juta km2, luas territorial 0,3 juta km2, perairan nasional 3,1 juta km2, luas ZEE 3juta km2, dan panjang garis pantai lebih dari 81.000 km2. Dengan potensi fisik dari laut Indonesia seperti yang tersebut di atas dapat kita pahami bahwa laut Indonesia begitu luas dan kaya akan potensi lautnya. Laut Indonesia juga kaya akan hasil laut. Indonesia termasuk dalam CTI (Coral Triangle Initiative) atau segitiga batu karang dunia yang merupakan pusat keanekaragaman dan kelimpahan kehidupan laut di planet bumi. Sehingga laut Indonesia memiliki keragaman flora dan fauna yang mengagumkan, 25% spesies ikan yang sudah dikenal manusia ada di perairan Indonesia. Potensi lestari perikanan nasional mencapai 6,26 juta ton per tahun, tapi yang dimanfaatkan baru 3,8 juta ton per tahun.
Oceanografi merupakan ilmu yang mempelajari laut (Ocean). Laut merupakan permukaan bumi yang paling luas dari daratan, dimana luasnya kurang lebih 70,8 % dari permukaan bumi yang memiliki 510 km adalah lautan. Laut juga merupakan tempat yang memiliki fenomena dan karakteristik yang sangat kompleks.
Pada Oceanografi kita akan mempelajari tentang arus laut mengapa kita bisa terjadi arus laut. Perubahan pola arus pada suatu perairan penting diketahui karena sangat erat hubungannya dengan keselamatan pelayaran kapal-kapal terutama untuk kapal-kapal yang digerakan oleh angin. Pengangetahuan tentang arus bukan hanya pelayaran saja, tetapi juga untuk dibidang-bidang lainnya seperti proses pendangkalan seperti erosi didasar  laut. Arus laut terutama dipantai akan dapat mendangkalkan suatu perairan dengan membawa partikel-partikel ketempat tersebut dan kedalaman sebaliknya dapat terjadi. Keadaan ini penting diketahui  didalam membangun suatu pelabuhan agar pelabuhan itu dapat dipakai dalam waktu yang lama.
          Suhu, arus, pasang surut, gerlombang, termasuk bidang oceanografi-fisika (Physical Oceanografy) yaitu bidang oceonografi yang mempelajarti sifat-sifat fisis dari laut, apa yang menyebabkannya, bagaimana proses terjadinya, dan apa yang dipengaruhinya. Selain oceonografi  fisika, ada pula bidang yang mempelajari sifat-sifat kimia dari air laut. Unsur-unsur kimia apa saja yang terkandung didalamnya, dari mana asalnya dan apa pengaruhnya terhadap lingkungan sekitarnya dan mengapa air laut itu asin, sedangkan air laut berasal dari air sungai yang sama sekali tidak asin. Oceanografi-hayati (Biological Oceanografy) adalah bagian dari oceanografi yang mempelajari sifat-sifat hayati dari makhluk-makhluk yang hidup dilaut yang lebih dikenal dengan fauna dan flora laut.
Para ahli oseanografi mempelajari berbagai topik, termasuk organisme laut dan dinamika ekosistem; arus samudera, ombak, dan dinamika fluida geofisika; tektonik lempengdan geologi dasar laut; dan aliranberbagai zat kimia dan sifat fisik didalam samudera dan pada batas-batasnya. Topik beragam ini menunjukkan berbagai disiplin yang digabungkan oleh ahli oceanografi untuk memperluas pengetahuan mengenai samudera dan memahami proses di dalamnya: biologi, kimia, geologi, meteorologi, dan fisika.
Seiring dengan perkembangan kebudayaan, manusia mulai bisa membuat perahu yang sangat sederhana seperti sampan. Perahu yang tertua di Eropa dibuat sekitar 8300 tahun yang lalu dengan panjang 3 meter berada di Netherland. Pada abad ke- 20 dan memasuki abad ke- 21 berbagai negara telah berlomba dalam melakukan melakukan modernisasi tekhnologi penangkapannya. Beberapa negara Eropa seperti Polandia, Belanda, Inggris, Swedia, Perancis, dan sebagainya merupakan contoh negara yang telah maju dalam bidang penangkapan ikan. Di Asia, Jepang merupakan negara yang sangat maju teknologi penangkapan ikannya.

B.  Tujuan Praktik
Adapun tujuan praktik lapang Oceanografi Perikanan ini adalah sebagai berikut:
1)      Untuk mengetahui kondisi perairan dan daratan di daerah praktik.
2)      Untuk mengetahui kuat aurs, arah dan kecepatan aurs.
3)      Untuk mengetahui tinggi dan panjang gelombang.







                                                                                                                                       II.     TINJAUAN PUSTAKA
Oseanografi (berasal dari bahasa Yunani oceanos yang berarti laut dan graphos yang berarti gambaran atau deskripsi juga disebut oseanologi atau ilmu kelautan) adalah cabang dari ilmu bumiyang mempelajari segala aspek dari samuderadan lautan. Secara sederhana oseanografi dapat diartikan sebagai gambaran atau deskripsi tentang laut. Dalam bahasa lain yang lebih lengkap, oseanografi dapat diartikan sebagai studi dan penjelajahan (eksplorasi) ilmiahmengenai lautdan segala fenomenanya. Lautsendiri adalah bagian dari hidrosfer. Seperti diketahui bahwa bumi terdiri dari bagian padat yang disebut litosfer, bagian cair yang disebut hidrosferdan bagian gas yang disebut atmosfer. Sementara itu bagian yang berkaitan dengan sistem ekologiseluruh makhluk hidup penghuni planetHYPERLINK "http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi"Bumidikelompokkan ke dalam biosfer.
Oseanografi adalah bagian dari ilmu kebumian atau earth sciences yang mempelajari laut,samudra beserta isi dan apa yang berada di dalamnya hingga ke kerak samuderanya. Secara umum, oseanografi dapat dikelompokkan ke dalam 4 (empat) bidang ilmuutama yaitu: geologi oseanografi yang mempelajari lantai samudera atau litosferdi bawah laut; fisika oseanografi yang mempelajari masalah-masalah fisis laut seperti arus, gelombang, pasang surut dan temperatur air laut; kimia oseanografi yang mempelajari masalah-masalah kimiawi di laut, dan yang terakhir biologi oseanografi yang mempelajari masalah-masalah yang berkaitan dengan flora dan fauna atau biota di laut, ( Anonim, 2015 ).
Indonesia adalah suatu negara kepulauan. Diakuinya konsep wawasan nusantara dan negara kepulauan oleh dunia internasional membuat Indonesia menjadi suatu negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan wilayah negara yang sangat luas dan sebagian besar berupa laut, dan memiliki daratan berpulau-pulau, maka bagi Indonesia mempelajari oseanografi menjadi sangat penting. Banyak sumberdaya alam Indonesia yang berada di laut, baik sumberdaya hayati maupun sumberdaya non-hayati. Sumberdaya laut yang sangat banyak itu hanya akan dapat dimanfaatkan dengan berkesinambungan bila kita mempelajarinya.
Selain sebagai sumberdaya, laut juga menjadi sumber bencana, terutama bagi penguni daerah pesisir dan pulau-pulau kecil. Bagi Indonesia yang memiliki wilayah laut yang sangat luas dan pulau-pulau yang sangat banyak, tentu akan besar pula potensi bencana dari laut. Oleh karena itu, dalam rangka upaya melakukan mitigasi bencana alam dari laut, maka mempelajari oseanografi juga merupakan suatu keharusan bagi bangsa Indonesia, (Wallace, 1985 ).
Salinitas adalah jumlah solid mataerial dalam gram yang terdapat dalam satu kilogram air laut, dimana semua karbonat telah diganti oleh chlorine dan semua bahan organik telah diosidasi (Hasyimi,A. 1986).
Suhu adalah merupakan salah satu faktor yang perlu diketahui. Hal ini disebabkan oleh peranan suhu dalam pelarutan unsur-unsur maupun senyawa kimia, makin tinggi suhu perairan , maka akan sangat semakin tinggi pula derajat kelarutan perairan atau reaksi kimia antara unsur atau senyawa satu dengan lainnya. Pada kegiatan usaha perikanan peranan suhu dapat ikut menentukan keberhasilan penangkapan ikan. Hal ini disebabkan oleh sifat ikan yang menyukaai hidup pada kisaran suhu tertinggi. (Harpasis, 1982).



                                                                                                                                     III.          METODE PRAKTIK
A.  Waktu dan Tempat
Praktik lapang ini dilaksanakan pada tanggal 11-13 Mei 2015. Bertempat di desa Hilir Muara kecamatan Pulau Laut Utara kabupaten Kotabaru provinsi Kalimantan Selatan.

B.  Metode Praktik
Metode yang digunakan pada praktik lapang ini adalah metode deskriptif, observasi dan wawancara dimana mahasiswa bertanya secara langsung kepada masyarakat yang bersangkutan dengan maksud dapat mengumpulkan data yang diperlukan secara lengkap dan mendetail kemudian menganalisa dan mengambil kesimpulan. Sedangkan untuk bahan pembandingnya yaitu digunakan bahan bacaan yang berkaitan dengan Oceanografi Perikanan.










IV. KEADAAN UMUM DAERAH PRAKTIK
Desa Hilir Muara merupakan Kelurahan di Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan. Luas daerah Desa Hilir Muara ±0,50 km². Batas - batas wilayah Desa Hilir Muara dengan desa-desa sekitarnya adalah sebagai berikut:
-  Sebelah Utara          :  Selat Laut
-  Sebelah Selatan        :  Kel. Kotabaru Hilir
-  Sebelah Barat           :  Desa Sigam / Batuah
-  Sebelah Timur          :  Selat Laut
Desa hilir muara merupakan daerah yang mempunyai ciri khas sebagai desa nelayan yang mana sebagian besar penduduk desa berpropesi sebagai nelayan.
Tabel 1.Jumlah Penduduk  dan jenis kelamin di Desa Hilir Muara Kecamatan Pulau Laut Utara
No.
RT

Jumlah Penduduk



Laki-laki
Perempuan
1
I
160
156
2
II
266
242
3
III
351
256
4
IV
140
107
5
V
230
205
6
VI
125
119
7
VII
176
167
8
VIII
245
302
9
IX
338
385
10
X
189
181
11
XI
154
143
12
XII
127
225
Total

2501
2488


4989

Sumber : Profil Desa Hilir Muara Kecamatan Pulau Laut Utara 2014                    
Tabel 2.Mata Pencaharian Masyarakat Desa Hilir Muara
No.
Mata Pencaharian
Jumlah
1.     
Peternak
6
2.     
Pedagang
334
3.     
Tukang Kayu
25
4.     
Penjahit
5
5.     
PNS
113
6.     
Pesiunan
43
7.     
Nelayan
945
9.     
Polisi/TNI
15
10.   
Industri Kecil
10
11.   
Toko/Warung
54

TOTAL
1550
                                                                        
Sumber : Statistik Desa Hilir Muara, 2014

Sarana dan prasarana yang ada di Desa Hilir Muara  yang digunakan oleh masyarakat sebagai penunjang kelancaran perhubungan ke desa lainnya dengan kecamatan, kabupaten serta ibukota provinsi adalah dengan sarana transportasi darat dan air.
Keadaan sarana perhubungan di Desa Hilir Muara adalah jalan darat berupa jalan beraspal yang dapat dilalui oleh kendaraan roda empat dan roda dua.Sarana transportasi darat yang utama adalah sepeda motor.Jalan yang tersedia berupa jalan beraspal dari kecamatan sampai dengan Desa Hilir Muara.Jalan ini merupakan sarana penghubung desa.Selain sarana transportasi darat masyarakat juga menggunakan sarana transportasi laut dengan menggunakan perahu atau kapal.
Masyarakat Desa Hilir Muara sudah banyak memiliki kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan ada juga sebagian yang mempunyai mobil sehingga mereka tidak terlalu sulit untuk menuju kota. Permasalahan yang paling dominan dalam hal sarana dan prasarana perhubungan di Desa Hilir Muara adalah  kurangnya lampu penerangan di sepanjang jalan desa sehingga memungkinkan rawan kecelakaan.





















                                                                                                                            V.     HASIL DAN PEMBAHASAN
A.  Hasil
Adapun hasil yang didapat dari praktik lapang di Desa Hilir Muara kecamatan Pulau Laut Utara kabupaten Kotabaru provinsi Kalimantan Selatan. ini adalah sebagai berikut:
Tabel. 1 Identifikasi Limbah
No.
Limbah dalam bentuk
Ada atau Tidak Ada
1.       
Buangan pabrik
Tidak Ada
2.       
Sampah plastik dan rumah tangga
Tidak Ada
3.       
Kotoran manusia
Tidak Ada
4.       
Tumpahan dan bocoran minyak
Tidak Ada

Tabel. 2 Hasil Pengukuran
No.
Parameter yang diukur
Hasil
1.       
Lintang                 
4o5’46.48”S
2.       
Bujur         
114o37’45”.07 T
3.       
Akurasi
19 Meter
4.       
Ketinggian
50 Meter
5.       
Akuresi Ketinggian
50 Meter
6.       
Salinitas
2,8 ppt
7.       
pH 
7,76
8.       
Kecerahan
93 Cm
9.       
Suhu
30,80
10.   
Warna perairan
Jernih
11.   
Bau           
Tidak berbau
12.   
DO
3,8mg/l

B.  Pembahasan
Pada dasarnya, air tidak memiliki warna. Air hanya menyerap cahaya yang kemudian merefleksikannya. Ada dua proses optik utama pada air laut, dan zat terlarut atau tersuspensi dalam air laut, saat berinteraksi dengan cahaya yang masuk dari Matahari. Dua proses ini adalah penyerapan ( absorption ) dan hamburan ( scattering ).
Di atmosfer, alasan utama bahwa langit berwarna biru adalah disebabkan oleh hamburan cahaya. Di laut, cara utama air berinteraksi adalah dengan penyerapan cahaya, air menyerap cahaya merah, dan pada tingkat lebih rendah, air juga menyerap cahaya kuning dan hijau, menyebabkan warnanya bisa berubah ubah tergantung kedalaman dan tempatnya.
“Warna biru merupakan warna yang paling tidak diserap oleh air, sehingga air nampak berwarna biru”.
Singkatnya, semakin dalam kedalaman laut, semakin ia berwarna kebiruan. Berikut adalah diagram yang menunjukkan kedalaman cahaya yang akan menembus di air laut beserta warna yang mengandungnya. Karena cahaya merah diserap kuat, menjadikannya hilang, dan cahaya biru terus menembus masuk kedalam. Saat matahari mulai terbenam dan terbit, air laut akan kelihatan merah di permukaannya dikarenakan penyerapan cahaya tersebut. Warna yang berbeda pada laut, sungai dan danau juga disebabkan oleh tanaman yang hidup di dasarnya seperti alga yang terdapat pada laut merah, dan endapan yang terbawa didalam air. Seperti warna coklat yang merupakan endapan yang terbawa dari sungai, sehingga membuat warnanya nampak keruh
Warna air laut ditentukan oleh kekeruhan air laut itu sendiri dari kandungan sedimen yang dibawa oleh aliran sungai. Pada laut yang keruh, radiasi sinar matahari yang dibutuhkan untuk proses fotosintesis tumbuhan laut akan kurang dibandingkan dengan air laut jernih. Pada perairan laut yang dalam dan jernih, fotosintesis tumbuhan itu mencapai 200 meter, sedangkan jika keruh hanya mencapai 15 – 40 meter. Laut yang jernih merupakan lingkungan yang baik untuk tumbuhnya terumbu karang dari cangkang binatang koral.
Air laut juga menampakan warna yang berbeda-beda tergantung pada zat-zat organik maupun anorganik yang ada. Ada beberapa warna-warna air laut karena beberapa sebab:
  1. Pada umumnya lautan berwarna biru, hal ini disebabkan oleh sinar matahari yang bergelombang pendek (sinar biru) dipantulkan lebih banyak dari pada sinar lain.
2.      Warna kuning, karena di dasarnya terdapat lumpur kuning, misalnya sungai kuning di Cina. 
3.      Warna hijau, karena adanya lumpur yang diendapkan dekat pantai yang memantulkan warna hijau dan juga karena adanya planton-planton dalam jumlah besar. 
4.      Warna putih, karena permukaannya selalu tertutup es seperti di laut kutub utara dan selatan.  
5.      Warna ungu, karena adanya organisme kecil yang mengeluarkan sinar-sinar fosfor seperti di laut ambon. 
6.      Warna hitam, karena di dasarnya terdapat lumpur hitam seperti di laut hitam. 
7.      Warna merah, karena banyaknya binatang-binatang kecil berwarna merah yang terapung-apung.

                                                                                                                                                     VI.     PENUTUP
A.  Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang di dapat dalam praktik lapang kali ini adalah sebagai berikut :
1.    Air yang terdapat didaerah Kotabaru sangatlah jernih dan limbah rumah tangga tidak ada.
2.    Tingkat keasaman air yang berada di daerah praktik lumayan tinggi dibandingkan dengan daerah lain khususnya Kal-Sel.
3.    Air laut yang tidak berbau.

B.  Saran
Praktikan berharap kepada praktikan yang lain yang kususnya yang mengambil mata kuliah Oseanografi Perikanan agar bisa memperhatikan cara penggunaan alat dan tata cara yang diterangkan oleh dosen pengampu.








DAFTAR PUSTAKA
Ingmanson, D.E. and Wallace, W.J., 1985. Oceanography: An Introduction, 3rd Edition, Wadsworth Publishing Company, Belmont, California, 530 p.

Harpasis Slamat Sanusi. 1983. Oceonografi Perikanan I. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Hasymi, A. 1986. Pengantar Ilmu Perikanan. UNLAM. Banjarbaru.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar