Kamis, 15 Oktober 2015

limnologi



I.     PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Limnologi berasal dari bahasa Yunani yaitu lymne yang artinya danau dan logos artinya pengetahuan. Limnologi adalah  ilmu yang mempelajari masalah perairan pedalaman atau perairan umum. Limnologi dapat dibagi menjadi limnologi fisika, limnologi kimia, dan limnologi biologi.
Ekologi ialah ilmu yang mempelajari hubungan-hubungan antara suatu jasad dengan lingkungannya. Dengan jasad dapat diartikan sebagai benda hidup karena suatu benda hidup mewakili suatu spesies, maka biasanya sebagai satuan dasarnya ialah sifat-sifat fisik, kimia dan biologi dari habitat tempat dimana jasad itu hidup.
Suatu lingkungan tertentu biasanya mempunyai lebih dari satu spesies hewan atau tumbuh-tumbuhan atau populasi spesies. Di sini terdapat suatu hubungan lain, suatu kesatuan populasi atau komuniti. Ilmu yang mempelajari hubungan antara satu individu atau populasi spesies dengan lingkungannya disebut ekologi populasi. Kumpulan dari beberapa populasi spesies membentuk suatu komuniti dan ilmu yang mempelajarinya dinamakan ekologi komuniti.
Jadi dalam konsep yang lebih komprehensif dan mutakhir, limnologi ialah suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat-sifat perairan darat, kekuatan-kekuatan dan proses-proses yang membentuk dan mempertahankan integritas perairan-perairan ini, hubungan antara air dan dasar dengan komuniti jasad-jasad hidup yang mendiami lingkungan tersebut. Limnologi mencakup beberapa aspek ilmu-ilmu yang saling berhubungan.
Pengetahuan mengenai sungai-sungai umumnya terbelakang jika dibandingkan dengan danau-danau. Pada mulanya istilah limnologi hanya diterapkan pada danau, tetapi kemudian sungai-sungai dimasukkan juga ke dalamnya. Kedua perairan ini berbeda dalam beberapa hal dan karenanya diperlukan cara-cara meneliti yang berbeda pula.
Ilmu yang mempelajari laut disebut oceanogarafi. Limnologi dan oceanografi mengikuti jalan yang hampir sejajar tetapi dalam banyak hal pokok-pokoknya amat berbeda, sehingga sampai batas-batas tertentu baik perlakuan maupun cara-caranya haus berbeda.
Permukaan bumi terdiri atas daratan dan perairan, antara dua komponen ini perairan merupakan yang paling besar menutupi permukaan bumi. Perairan terdiri atas perairan laut dan perairan darat. Pada perairan darat terdapat dua jenis yaitu perairan tertutup dan perairan terbuka. Pada perairan tertutup (lentik) aliran air yang masuk ke dalam perairan ini tidak pergi kemana-mana atau menetap pada daerah tersebut misalnya danau, rawa dan lain-lain. Sedangkan pada perairan terbuka (lotik) air, dapat mengalir ke mana-mana sehingga menandakan bahwa air ini dapat digunakan alat transportasi bagi sebagian masyarakat.
Air mempunyai sifat sifat fisik dan kimia tertentu, yang  sangat dipengaruhi oleh factor suhu, O2, CO2, dan mineral. Gerakan - gerakan air pada gilirannya menentukan terdapatnya konsentrasi mineral yang diperlukan oleh jasad jasad renik yang merupakan plankton. Plankton merupakan makanan dasar bagi makhluk hidup yang lain dalam air.
            Air sebagai lingkungan hidup tidak begitu banyak mengalami pengaruh,  untuk perairan dangkal mengalami pengaruh suhu air yang lebih besar daripada perairan yang dalam. Sehingga pada perairan yang dalam dapat terjadi pelapisan - pelapisan air yang memnbentuk batasan - batasan yang membagi perairan itu menjadi beberapa lapisan.
Sungai mendapat masukan dari semua buangan yang berasal dari daerah yang ada disekitarnya. Karena adanya kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat baik dibidang perikanan dan perindustrian akan mengakibatkan terjadi perubahan pada parameter kualitas air seperti faktor fisika dan factor kimia. Keberadaan sungai menjadikannya penting bagi masyarakat, misalnya sebagai sumber mata pencaharian, sumber air, dan lain-lain.
Suhu air mempengaruhi kandungan oksigen terlarut dalam air. Semakin tinggi suhu, semakin kurang oksigen terlarut. Setiap kenaikan suhu 10C, membutuhkan kenaikan oksigen terlarut 10%.
B.     Tujuan Praktik
Adapun tujuan dan kegunaan  dari praktik lapang kali ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui tentang kondisi perairan di lokasi praktek.
2.      Agar praktikan dapat mengetahui dengan cara mengamati flora dan fauna yang ada di lingkungan perairan setempat
3.      Dengan adanya praktik lapang kali ini praktikan dapat melakukan pengamatan  terhadap parameter kualitas air, selain dapat mengetahui tata cara mengambilan sampel kualitas air seperti : PH, DO, temperatur, dan kecerahan



 
II.  TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Kusman Sumawidjaja (2009). Limnologi adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari yang mempelajari sifat-sifat peraiaran darat, kekuatan-kekuatan dan proses-proses yang membentuk dan mempertahankan integritas perairan-perairan ini hubungan antara air dan dasar dan dengan komuniti jasad-jasad hidup yang mendiami lingkungan tersebut.
Waduk adalah kolam besar tempat menyimpan air sediaan untuk berbagai kebutuhan. Waduk dapat terjadi secara alami maupun dibuat manusia. Waduk  buatan dibangun dengan cara membuat  bendungan yang lalu dialiri air sampai waduk tersebut penuh. Faktor biotik dan abiotik ini dapat digunakan sebagai indikator kualitas perairan tersebut.
pH adalah cerminan dari derajat keasaman yang di ukur dan jumlah ion hidrogen menggunakan rumus pH = -log (H ). Air murni terdiri dari ion H dan ion OH dalam jumlah berimbang hingga pH air murni biasa 7. Makin banyak ion H dalam larutan cairan makin rendah ion Hdan makin tinggi pH, cairan demikian disebut cairan alkalis. Sebaliknya makin tinggi ion H makin rendah pH dan cairan tersebut bersifat asam ( Andayani, 2005).
Oksigen terlarut merupakan parameter mutu air yang penting karena nilai oksigen terlarut dapat menunjukan tingkat pencemaran atau tingkat pengelolaan limbah. Oksigen terlarut akan menentukan kesesuaian suatu jenis air sebagai sumber kehidupan biota di suatu daerah. Pengukuran oksigen terlarut dan karbondioksida lebih baik diterapkan dalam mengkaji masalah polusi air daripada dalam menentukan mutu sanitasi karena parameter DO dapat dengan cepat menentukan tingkat polusi air ( Sunu, 2001).
Kecerahan adalah ukuran transporansi perairan yang ditentukan secara visual dengan mengunakan scchi disk satuan untuk nilai kecerahan dari suatu  perairan dengan alat tersebut adalah satuan meter (Effendi, 2003 dalam kiki, 2011).
Kecerahan merupakan tingkat penetrasi cahaya matahari yang dinyatakan dengan satuan panjang. Alat yang bias digunakan untuk mengukur tingkat kecerahan air adalah sechi disk, yaitu berupa pirigan yang diberi warna hitam  putih dan dihubungkan dengan tali pegangan yang mempunyai garis-garis skala. Pada perairan tambak, kecerahan erat dikaittanya dan berbanding terbalik dengan jumlah fitoplankton didalamnya ( Morindro, 2008).
Perairan permukaan di klasifikasikan menjadi dua kelompok utama, yaitu badan air mengalir (flowing waters atau lotik) dan badan air tergenang (standing waters atau lentik). Perairan tergenang meliputi danau, kolam, waduk (reservoir), rawa (wetland) dan sebagainya. Perairan tergenang khususnya danau biasanya mengalami stratifikasi secara vertikal akibat perbedaan intensitas cahaya dan perbedaan suhu pada kolam air yang terjadi secara vertikal (Effendi, 2003).
Menurut Odum (1971) kolam merupakan perairan berukuran kecil dan dangkal, mempunyai perbedaan yang jelas dengan perairan menggenang lainnya. Pengertian kolam secara teknis merupakan suatu perairan buatan yang luasnya terbatas dan sengaja dibuat manusia agar mudah dikelola dalam hal pengaturan air, jenis hewan budidaya dan target produksinya (Susanto, 1992). Kolam harus memiliki kualitas air yang baik untuk dijadikan tempat hidup dan berkembang ikan. Air merupakan salah satu lingkungan budaya untuk ikan dan organisme air lainnya. Berdasarkan hal tersebut maka pasokan dan kualitas air yang baik sangat penting untuk pembuatan kolam (Davies dan Ansa, 2010).
Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Umumnya kolam yang terkena cahaya matahari dalam jumlah besar, airnya berwarna hijau. Ini diakibatkan oleh warna lumut yang tumbuh subur. Warna air yang hijau ini sebetulnya bukan indikasi kualitas airnya jelek. Bahkan warna hijau itu menunjukkan kandungan oksigen di dalam air cukup tinggi sebagai akibat hasil fotosintesa dari tanaman lumut. Warna air yang hijau itu cukup mengganggu karena warna-warni ikan di dalam kolam tidak terlihat jelas. Warna tampak pada kolam yaitu keruh, sedangkan warna asli kolam yaitu hijau tua (Sumawidjaja, 1975).














 
III.   HASIL DAN PEMBAHASAN
A.  Hasil
Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan praktik lapang adalah :
Ø  Jenis perairan : Rawa (lentik)
Ø  Tipe perairan : Tergenang
Ø  Bentuk perairan : Memanjang
Organisme baik tumbuhan maupun hewan yang terdapat disekitar lokasi praktik :
Ø  Tumbuhan :tumbuhan bajang
Ø  Dasar perairan terdiri dari tanah beserta lumut 
Ø  Biota : Ikan lundu,ikan seluang,kepiting,timpakul.
      Data analisis kualitas air yang dilakukan didaerah praktik tersebut.hanya satu titik :
Ø  Kecerahan air : 97 cm (sechi disk)
Ø  pH : 28,9 ppt
Ø  Do : 5,9 mg/liter
Ø  Suhu perairan 28,9

B.  Pembahasan
Pengamatan pada praktik Limnologi kali ini adalah melakukan beberapa pengamatan yaitu meliputi bentuk perairan, flora dan fauna, dan pengamatan terhadap parameter kualitas air.
Kegiatan praktik dilakukan dengan melakukan pengamatan lokasi praktik lapang.  Data yang dikumpulkan dalam praktik lapang ini meliputi data primer dan data sekunder.  Data primer ini diperoleh dengan metode observasi langsung atau partisipasi, yaitu mengumpulkan data dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap gejala-gejala subjek yang akan diteliti.
Sedangkan data sekunder diperoleh dengan cara melakukan kunjungan dan pencatatan pada instansi terdekat serta dari studi literatur yang berhubungan dengan praktik lapang ini.  Studi literatur yang dilakukan baik sebelum maupun sesudah turun ke lapangan dimana tujuannya untuk mencari landasan yang kuat dalam mendukung teori.
Untuk jenis perairan di daerah tesebut yaitu Rawa pantai,. Tipe perairan tergenang, dan bentuk perairan memanjang. Adapun organisme yang terdapat didaerah Desa Batakan seperti, Ikan lundu,kepiting,sluang,timpakul..
Pengamatan yang dilakukan hanya pada satu titik. Pada pengamatan diperoleh hasil Kecerahan air : 97 cm (sechi disk), pH : 28,9 ppt, Do : 5,9 mg/liter, Suhu perairan 28,9.
pH merupakan suatu tingkat keasaman disuatu perairan,standarisasi pH yaitu berkisar antara 6 –  7 ppt apabila pH disuatu perairan dibawah 6 ppt maka perairan tersebut bersifat asam, sedangkan apabila pH disuatu perairan lebih dari 7 ppt, maka perairan tersebut bersifat basa. Untuk pengukuran pH disuatu perairan menggunakan pH meter atau kertas lakmus, sedangkan pH yang didapat di perairan Desa Batakan salah satunya  adalah 28,9 ppt, pH meter digunakan dengan cara perendaman indikator kedalam perairan yang di amati.sedangkan penggunaan kertas lakmus  yaitu dengan cara pengambilan sampel air suatu perairan kemusdian kertas lakmus direndamkan kedalam sampel air tersebut hingga kertas lakmus tersebut berubah warna. Untuk penentuan pH kertas lakmus yang sudah mengalami perubahan tersebut disesuaikan warnanya dengan data yang sudah ada (standar).
Oksigen (O2) terlarut dalam suatu perairan ditentukan dengan mengunakan alat Water Checker, dengan cara indikator direndam ke suatu perairan sehingga Oksigen (O2) terlarut dapat diketahui melalui parameter alat tersebut.
Kecerahan air tergantung pada warna dan kekeruhan. Kecerahan merupakan ukuran transparansi perairan, yang ditentukan secara visual dengan menggunakan secchi disk. Alat ini digunakan oleh prof. Secchi sekitar abad 19, yang berusaha menghitung tingkat kekeruhan air secara kuantitatif. Tingkat kekeruhan air tersebut dinyatakan dengan suatu nilai yang dikenal dengan kecerahan secchi disk (Jeffries dan Mills, 2006).
Nilai kecerahan dinyatakan dalam satuan meter. Nilai ini sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca,waktu pengukuran, kekeruhan, dan padatan tersuspensi, serta ketelitian orang yang melakukan pengukuran. Pengukuran kecerahan sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah. Kekeruhan tingkat tinggi yang dapat mengakibatkan terganggunya sistem osmoregulasi, misalnya pernafasan dan daya lihat organisme akuatik, serta dapat menghambat penetrasi cahaya kedalam air. Tinggi nilai kekeruhan juga dapat mempersulit udaha penyaringan dan mengurangi efektifitas desinfeksi pada proses penjernihan air.






 
IV.  PENUTUP

A.  Kesimpulan
            Kesimpulan yang didapat dari kegiatan praktek lapang kali ini adalah :
Air merupakan faktor mutlak dalam kegiatan budidaya perairan.  Keberhasilan budidaya sangat ditentukan oleh air  karena air adalah media hidup ikan yang paling utama.  Sumber air dapat berasal dari saluran irigasi (buatan), sungai, atau sumber air lainnya.  Selain itu kualitas air penting untuk diperhatikan dalam budidaya ikan, air yang kurang baik dapat menyebabakan ikan terserang penyakit. Dan secara umum kualitas air  dapat di lihat dari tiga faktor, yaitu faktor fisik, kimiawi dan biologis.  Ketiga faktor ini dapat  Untuk keperluan budidaya ikan, kualitas air merupakan suatu peubah (variabel) yang dapat mempengaruhi pengelolaan, kelangsungan hidup dan pembenihan atau produksi ikan. Untuk keperluan budidaya ikan kualitas air merupakan suatu peubah yang dapat mempengaruhi pengelolaan,kelangsungan hidup, dan pembenihan atau produktivitas ikan.

B.  Saran
            Saran yang ingin praktikan sampaikan adalah sebaiknya waktu pelaksanaan praktik lapang jauh-jauh hari dari final test, karena mengganggu konsentrasi praktikan dalam membuat laporan.



DAFTAR PUSTAKA

Andayani,Sri.2005.Manajemen Kualitas Air untuk Budidaya Perairan. Universitas Brawijaya.Malang.

Sunu, P., 2001. Metodologi Lingkungan dengan Menerapkan ISO 14001. Gramedia. Jakarta. 298 hal

Kiki,2011.Pengamatan Suhu dan Kecerahan. http://riskihandayani.wordpress.com. Diakses pada 14 Juli 2014

Marindro, 2007.Pengelolaan Kualitas Air Tambak.,Kecerahan Perairan Tambak.Diakses  pada 14 Juli 2014 pukul 10.00 WIB.





 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar